9 tahun lalu, aku bersama kakakku kehilangan orangtua kami dalam kecelakaan pesaawat. Aku tak mengetahui apakah mereka selamat, yang jelas pada saat itu aku dan kakakku Sterk selamat dengan terdampar di Pulau kecil.
Dulu kala saat kecelaaan pesawat itu terjadi, .. Ceritanya pada saat itu ada bom yang terpasang di bagian belakang pesawat. Dan terjadilah ledakan. Aku dan kakakku terpisah dengan orangtua ku yang entah dimana. Pada saat itu kakakku hampir saja mati tenggelam. Waktu itu aku yang masih menjadi gadis kecil tak mengerti apa-apa. Yang aku lakukan saat itu adalah menolong kakakku dan membawanya ke pulau. Untunglah aku dapat berenang ke seberang. Tapi aku amat takut saat itu karena kondisi kakakku yang tak meyakinkan.
Pada saat itu umur kakakku 12 tahun sedangkan aku masih 8 tahun. Dia punya penyakit jantung yang lemah. Pada saat itu ia tak dapat bergerak berenang di air karena ia tak dapat melakukan apapun. Kemudian setelah kami terpisah jauh dan aku telah membawanya ke pulau kecil itu, kami harus hidup mandiri tanpa orangtua. Begitulah kehidupan kami pada saat itu ...
KAMI hidup di pulau itu selama sembilan hari. dalam sembilan hari itu kami berusaha untuk tetap hidup dan memikirkan bagaimana cara kami kembali. Dalam dua hari pertama, kami menemukan seorang lelaki tua terbaring di pantai pulau itu. Kakinya hanya tinggal daging yang terlihat amat putih. Aku tahu, dia pasti dimakan hewan buas di dalma laut. Dan aku yakin hewan buas itu bukan ada di daratan karena kalaupun ada , pria tua ini pasti sudah dibawa pergi dan disantap di suatu tempat.
Kakakku sepertinya sedikit ngeri dengan pria tua lemah ini. Ia gemetar sedikit begitu aku dan dia menemukannya. Dan aku tahu, aku baca wajahnya, .. Ia takut mati. Lihatlah pria ini, orang yang hampir tewas dimakan hiu atau apapun yang ada disana. Ah tapi sudahlah. semua orang akan mati. DIsini jika aku berpikir demikian seperti kakaakku, aku tetap tidak akan mendapatkan apa-apa. Sekarang aku hanya berpikir bagaimanna cara agar aku selamat jika aku masih ingin tetap hidup.
"All .." kakakku memanggilku. "Diapakan orang ini?"
"BUANG !!" Bentakku pada kakakku.
"Hah? Eh tau diri dikit tolong ya!" Kakakakku menatapku tajam. Aku hanya nyengir. Apa juga yang harus dilakukan pada pria tua ini? Yang sudha tak punya tujjuan hidup. "Dia masih dapat bernafas jika kita tolong !!"
"Whatever. I dont thinking about it"
Aku berlalu meninggalkan kakakku yang masih bingung mau diapakan orang itu. Aku juga kalaupun masih hidup tak akan selamat. Sedangkan jika aku selamat, ujung"nya juga akan mati. Sudahlah apapun yang terjadi aku hanya akan memilih. Hidup itu pilihan. Kupilih saja nanti mau mati atau hidup
========================================================================
"Thanks Thee, my God .. Has given me life until now I can look at the sky" aku berterimakasih pada Tuhan.
"Sedang berdoa ya?" Kakakku datang. "Mengapa memandang langit? LLangit bukan Tuhan mu" kakakku duduk di sampingku.
"Mana ku tahu. Aku tak tau arah kiblat" Aku nyengir
"Kamu ,, suka banget nyengir yak"
"Apalagi yang bisa kulakukan untuk itu" Aku menatap ke atas. Dan menghela napas lega ..
.......
"Jujur, aku kadang lebih rela punya adek perempuan .. tetapi yang cewekan, anak yang tahu tentang segala soal perempuan ataupun yang senang gosip2 .. mengidamkan seorang 'cowok' ataupun yang punya cowok walaupun itu kalau udah gede" dia melihat padaku.
"Oh! Kalo aku, kayaknya lebih mau punya kakak yang nggak CEREWET deh !!" Aku tertawa
"Apapun kata kau lah .."
Hari telah gelap. Aku memanjat pohon dan tidur. Kakakkku berjaga mengawasi apa-apa yang mendekat. Padahal kupikir tidak ada. Tapi biarkanlah dia .. Tak begitu penting. Nanti juga capek sendiri. Dia akan lelah dan kemudian tidur .. malah merepotkan orang karena jadinya aku yang harus berjaga =_______=
"Orang tua ini sudah mati" kata kakku menutup mata orang itu
"Tuh kan," Orang ini pasti cepat mati
Dan begitulah ceritanya.. ada lagi cerita bagaimana kami dapat selamat. Nanti akan kuceritakan selanjutnya
_
____________
Yaaa itulha ceritanya dari _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ceritanya akan ada lagi, tunggu dengan sabar please =D
Dulu kala saat kecelaaan pesawat itu terjadi, .. Ceritanya pada saat itu ada bom yang terpasang di bagian belakang pesawat. Dan terjadilah ledakan. Aku dan kakakku terpisah dengan orangtua ku yang entah dimana. Pada saat itu kakakku hampir saja mati tenggelam. Waktu itu aku yang masih menjadi gadis kecil tak mengerti apa-apa. Yang aku lakukan saat itu adalah menolong kakakku dan membawanya ke pulau. Untunglah aku dapat berenang ke seberang. Tapi aku amat takut saat itu karena kondisi kakakku yang tak meyakinkan.
Pada saat itu umur kakakku 12 tahun sedangkan aku masih 8 tahun. Dia punya penyakit jantung yang lemah. Pada saat itu ia tak dapat bergerak berenang di air karena ia tak dapat melakukan apapun. Kemudian setelah kami terpisah jauh dan aku telah membawanya ke pulau kecil itu, kami harus hidup mandiri tanpa orangtua. Begitulah kehidupan kami pada saat itu ...
KAMI hidup di pulau itu selama sembilan hari. dalam sembilan hari itu kami berusaha untuk tetap hidup dan memikirkan bagaimana cara kami kembali. Dalam dua hari pertama, kami menemukan seorang lelaki tua terbaring di pantai pulau itu. Kakinya hanya tinggal daging yang terlihat amat putih. Aku tahu, dia pasti dimakan hewan buas di dalma laut. Dan aku yakin hewan buas itu bukan ada di daratan karena kalaupun ada , pria tua ini pasti sudah dibawa pergi dan disantap di suatu tempat.
Kakakku sepertinya sedikit ngeri dengan pria tua lemah ini. Ia gemetar sedikit begitu aku dan dia menemukannya. Dan aku tahu, aku baca wajahnya, .. Ia takut mati. Lihatlah pria ini, orang yang hampir tewas dimakan hiu atau apapun yang ada disana. Ah tapi sudahlah. semua orang akan mati. DIsini jika aku berpikir demikian seperti kakaakku, aku tetap tidak akan mendapatkan apa-apa. Sekarang aku hanya berpikir bagaimanna cara agar aku selamat jika aku masih ingin tetap hidup.
"All .." kakakku memanggilku. "Diapakan orang ini?"
"BUANG !!" Bentakku pada kakakku.
"Hah? Eh tau diri dikit tolong ya!" Kakakakku menatapku tajam. Aku hanya nyengir. Apa juga yang harus dilakukan pada pria tua ini? Yang sudha tak punya tujjuan hidup. "Dia masih dapat bernafas jika kita tolong !!"
"Whatever. I dont thinking about it"
Aku berlalu meninggalkan kakakku yang masih bingung mau diapakan orang itu. Aku juga kalaupun masih hidup tak akan selamat. Sedangkan jika aku selamat, ujung"nya juga akan mati. Sudahlah apapun yang terjadi aku hanya akan memilih. Hidup itu pilihan. Kupilih saja nanti mau mati atau hidup
========================================================================
"Thanks Thee, my God .. Has given me life until now I can look at the sky" aku berterimakasih pada Tuhan.
"Sedang berdoa ya?" Kakakku datang. "Mengapa memandang langit? LLangit bukan Tuhan mu" kakakku duduk di sampingku.
"Mana ku tahu. Aku tak tau arah kiblat" Aku nyengir
"Kamu ,, suka banget nyengir yak"
"Apalagi yang bisa kulakukan untuk itu" Aku menatap ke atas. Dan menghela napas lega ..
.......
"Jujur, aku kadang lebih rela punya adek perempuan .. tetapi yang cewekan, anak yang tahu tentang segala soal perempuan ataupun yang senang gosip2 .. mengidamkan seorang 'cowok' ataupun yang punya cowok walaupun itu kalau udah gede" dia melihat padaku.
"Oh! Kalo aku, kayaknya lebih mau punya kakak yang nggak CEREWET deh !!" Aku tertawa
"Apapun kata kau lah .."
Hari telah gelap. Aku memanjat pohon dan tidur. Kakakkku berjaga mengawasi apa-apa yang mendekat. Padahal kupikir tidak ada. Tapi biarkanlah dia .. Tak begitu penting. Nanti juga capek sendiri. Dia akan lelah dan kemudian tidur .. malah merepotkan orang karena jadinya aku yang harus berjaga =_______=
"Orang tua ini sudah mati" kata kakku menutup mata orang itu
"Tuh kan," Orang ini pasti cepat mati
Dan begitulah ceritanya.. ada lagi cerita bagaimana kami dapat selamat. Nanti akan kuceritakan selanjutnya
_
____________
Yaaa itulha ceritanya dari _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ceritanya akan ada lagi, tunggu dengan sabar please =D
Ceritanya bagus gak ya =P
BalasHapusbagus kok...
BalasHapusbagus banget ceritamu... :D