Senin, 21 Maret 2011

My journey to get there - Aku mengetahui Siapa Itu

Aku tahu siapa itu. Terlihat amat jelas dan aku sangat mengenalinya. Bahkan aku tak percaya dengan apa dan siapa yang aku lihat dalam kertas besar yang kugenggam itu.

"Do not say anything to me. Somehow I do not believe!" Aku benar-benar tidak mempercayai ini. Ayahku adalah orang baik-baik. Pasti yang beredar disini salah. Aku tak mengerti. Bagaimana dengan ibuku? Apakah dia baik-baik saja? Hal yang tak pernah aku pikirkan kembali melanda ku dengan kesedihan.
" Sayangnya itulah yang berada disana " Sterk merangkulku.


Aku tak dapat berkata-kata lagi. Apa yang aku lihat adalah apa yang tak aku percayai. Aku sedih tetapi aku amat bahagia. Dengan begini aku tahu ayah dan ibuku masih hidup meskipun aku dan mereka terpisah jauh. Aku tak tahu perasaan Sterk tetapi aku tak peduli apapun yang ia rasakan kini. Tapi rasanya hatiku tercabik karena mendengar hal yang tak pernah aku bayangkan dan aku yakin ayahku tak akan melakukan hal ini.


Ayahku mengonsumsi Narkotika? Tidak akan. Hal itu tak akan terjadi. Aku yakin ini bukan ayahku. Ayahku adalah orang yang periang yang selalu beribadah. apakah hilangnya kami membawa ia menjadi yang orang sebut 'jahat'? Dan aku tak akan percaya kalau orang bilang itu ayahku. Aku tak mengenalinya.


"Kak! Ini bodoh" Aku menatap kakakku tajam. Sterk hanya mengalihkan pandangan.

" Whatever you say " kakakku mengalihkan pandangan. Ia tak menatapku. aku kesal dan tak akan percaya. Selama aku hidup dengan keluarga dan itu cukup lama , aku tak pernah merasa sekecewa ini kepada orangtuaku. Dan kini bagaimana dengan ibuku? Mungkin kini aku tak dapat bertemu mereka dan aku tak begitu merasa kehilangan. Tapi aku amat merasa kecewa ketika ternyata kedua orangtuaku melakukan hal yang salah. Aku selalu diajari mereka dengan melakukan hal yang benar. Dan aku amat kecewa pada mereka ,, padahal selama ini aku tak pernah kecewa dengan apapun yang mereka buat.

Ini adalah suatu kesalahan terbesar yang aku lihat dan yang aku tahu. Aku tak tahu kesalahan macam apalagi yang mereka lakukan. Mengapa ibuku tak menjaga ayahku? Mengapa dibiarkan begitu saja? Dan mana ayahku yang dulu yang amat ANTI dengan barang yang haram dan hal yang tak benar? Aku rindu mereka yang lama. Aku rindu mereka. Hal yang sleama 4 tahun setelah kecelakaan itu terjadi, yang aku tak pernah memikirkannya kini melukai perasaanku pada mereka; kedua orang tuaku.


" Mungkin aku salah berkata demikian dan membuatmu marah .. Tetapi aku amat kecewa pada ayah .. " Sterk langsung terbaring di sova. Aku menatapnya. Pendapatnya sama denganku namun aku masih tak dapat berkata apapun. " Ya All .. Kenyataannya seperti itu yasudahlah .. Harus terima juga .. Mungkin mereka telah berubah tanpa kita ketahui dan mungkin sekarang kita telah memiliki adik mungil yang manis.. Dan mereka telah menjadi keluarga bahagia. Tapi kalau aku lihat berita barusan aku berpendapat ; merekalah keluarga bahagia yang 'haram' dan amat berbeda dari keluarga kita yang bahagia tapi halal dan tak akan menjulurkan tangan ke neraka " Sterk menenangkanku sedikit.


" Aku tak akan tersinggung dengan pendapatmu karena pendapatku juga demikian. Kini semuanya telah berubah. Mungkin mereka tak mengenali kita lagi " Aku tersenyum pada kakakku itu dan duduk bersamanya. "Tapi mereka berubah cukup cepat"


"Tapi 4 tahun itu bukanlah waktu yang singkat" Sterk sesekali melihatku.


"Ya, benar .." Aku nyengir. Benar, 4 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama ini aku dan Sterk mengalami kesusahan yang amat lama dan akhirnya kami dapat bahagia mesti tanpa keluarga. Aku beruntung punya kakak sehebat dia walaupun cerewet dan mengesalkan. Kalau aku tak punya kakak sepertinya mugkin aku sudah jadi anak jalanan atau tidak aku bisa langsung mati.


,,
,,
,,
,,


Saat itu toko kami amat ramai sampai-sampai pada sore hari semua bahan roti dan buku-buku yang dijual telah tiada (hadoohh) .. Malamnya kami harus pergi ke sebuah toko di kota yang biasanya membantu kami juga.


"Hai Sterk. Tumben kau kemari! Laku keras ya?"


"Hai Paman! Yah begitulah. Terimakasih dulu telah membantuku =))" Sterk tersenyum pada Pak Will. Pak Will sudah kami anggap sebagai paman sendiri. Dia yang membantu kami mendirikan tooko dan baik sekali seperti saudara kami.


"Hmm .. Dugaanku benar kau akan kemari. Aku telah menyediakan seguudang kue untukmu" Dia tertawa, begitu juga Sterk. "Oh tidak masalah soal yang dulu. Kalian juga terimakasih ya sudahh memborong rotiku akhir-akhir ini, haha"


"Ya, kami balas budi walaupun secara tak langsung. Wkwk" Aku pun ngikik.


"Oh ya Alleen ,, ambillah kue di gudangku disana. Aku masih mau berbincang-bincang dengan Sterk. Ambilah di tempat kau biasanya mengambil ronti-roti itu" Paman Will menyuruhku. Aku hanya menurut. 


Aku masuk dan membuka kardus yang berisi roti-roti. Kemudian aku mengambil karung berisi roti dari sana. Tapi kemudian aku melihat secarik kertas yang terselip dan aku mengambilnya. Dan aku kenali wajah itu. Ibuku.


Aku ingin menangis, tapi jika aku menangis aku tak akan menjadi diriku. Aku rindu ibuku. Aku membutuhkannya. Tiba-tiba saja aku rindu dengan ibu. Aku mau belaiannya. Aku mau bisikan halus darinya sebelum aku tidur. Aku rindu nyanyiannya bersama ayahku.. Aku ingin ibuku ada di sampingku dan mendengarkan segala cerita baru yang aku dapatkan bersama Sterk. Aku ingin mendengar tawa ibuku ketika aku melontarkan sebuah lolucon. Aku ingin ibuku ada di sampingku ketika aku sedang menggrutu dan aku ingin ibuku bertanya "apakah ada masalah?" 


Sterk tak mungkin menggantikan posisi ibu. Sterk juga pasti merindukannya. Suaranya. Wajahnya. Hidupku disinari oleh kekayaan ibu yang tak terbatas. Hidupku terang dengan senyuman ibuku yang menyemangatiku belajar. Dan aku ingin suruhan ibuku untuk belajar. Aku ingin diiomeli ibuku seeepuasnya. Mungkin aku kesal karena iibuku sering mengomeliku kadang tapi aku tak pernah kecewa. Tapi hidup tanpa keberadaan ibu sama saja dengan neraka bagiku bila aku mengingatnya, kecuali aku melupakan ibuku dan tak memikirkannya.


Aku hendak keluar gudang ingin menanyakan mengapa ada foto ibuku di sana. Tapi begitu aku keluar, aku kaget mendengar percakapa Paman Will dan kakak.


" Aku tahu kau sulit melupakannya Sterk " Paman menepuk pundak kakakku.
" TIDAK AKAN !! TIDAK AKAN TERJADI !! " Sterk berteriak. Ia seperti ingin menangis.
" Terimalah kenyataan "
"PAMAN TIDAK MENGERTI !! APA MAKSUDNYA PAMAN BERKATA SEPERRTI ITU !!"
"STERK !! Paman adalah teman ibumu sedari kecil dan berita itu lebih dulu datang kepada paman !! Ibumu memang benar -benar dibuang ke laut oleh teman-teman papamu !!"


Sterk menangis. Ia dirangkul Paman Will dan didudukan di sova. Ia tak berhenti menangis. Dan aku juga tak dapat mengatakan apapun. Aku tak dapat menangis. Air mataku seolah habis dan mengering. Ini benar-benar neraka bagiku. Ini benar-benar mimpi belaka.


'BRAK!!' tanpa kusadari karung roti yang berat itu jatuh ke lantai dengan pendaratan yang tak mulus. Aku dengan pelan terjatuh dan berlutut. Paman Will dan Sterk kaget melihatku. Pikiranku kacau. Semuanya hilang. Ibu. Hanya ibu yang aku pikirkan. Semua yang aku ingini dari ibuku musnah. Musnah. Sudah hilang semua itu dan aku tak percaya aku tak ada di sampingnya ketika ia meninggalkanku. Aku merindukannya ..


"AAAAARRGGHHH!!!!" tanpa sadar aku pun meneteskan airmata. Aku telah kahilangan orang yang paling berharga. Aku tak dapat melihat senyumannya lagi. Apakah benar? Habiskah waktuku? Tujuan hidupku telah hilang dan tak akan kembali....


-bersambung-

INFO untuk anak-anak sekelas!!

Yang tersepakati tadi yang lain akan melihat blog saya !!

a) Materi LATIHAN Try Out hari Selasa, 22 Maret 2011 akan dilakukan dengan pelajaran IPA/ Sains dengan materi yang sudah dipelajari.

b) Pada hari Senin, 21 Maret 2011 (jam pelajaran terakhir TADI) telah dibahas apa-apa saja yang murid sekolah belum mengerti :
____1. Gaya - Pegas dan Gesek
____2. Urutan planet dari Matahari
____3. Rotasi dan Revolusi

c) Materi IPA yang akan keluar pada saat LATIHAN Try Out pada hari Selasa, 22 Maret 2011 adalah sebagai berikut dalam catatan saya ;
Gambar ini diambil di  http://quantum1809.files.wordpress.com/2008/09/tatasurya.jpg
____1. Pelestarian Makhluk Hidup
____2. Konduktor dan Isolator
____3. Perubahan pada Benda
____4. Energi dan Perubahannya
____5. Hemat energi
____6. Bumi dan Alam Semesta


Materi di atas hanyalah catatan dari saya dan bukan dari guru. Hanya sekilas informasi dari saya karena hanya ini yang saya ketahui dan yang saya dengar. Tetapi saya mempunyai catatan materi yang MUNGKIN juga akan keluar dalam Latihan yaitu :

____1. Keseimbangan Ekosistem

____2. Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hiudp
____3. Perkembangan Makhluk Hidup


Dan sekian informasi dari saya. Penjelasan tentang apa yang anda belum ketahui sesi ertanyaannya sudah lewat ketika pelajaran terakhir tadi. Tentang Tata Surya dan Gaya anda sudah mengetahuinya InsyaAllah kalau anda mendengarkan tentang penjelasan beberapa jam yang lalu sebelum entri ini dibuat. Terimakasih =))


Just Info !! Dont make a Profit from here! =))


Jumat, 18 Maret 2011

Shiekambeeng Usually ada =D

Shiekambeeng itu anak bae-bae =D biasanya kalo ada temen yang kesepian dia temenin (bruuh !!) shiekambeeng mao bergaol ama temen-temen sapapun *yang bae*

Shiekambeeng orang yang bekerja keras =D 
kalau dipikir-pikir secara ngga langsung dia ada disaat temennya menangis, .. Di saat temennya sedih dan marah juga seneng. Shiekambeeng seeneng ngeliat temennya seneng. 

Temen-temen Shiekambeeng kadang suka ngejek. AH tapi mulut shiekambeeng kadang-kadang suka lebih tajem. Nopee

kadang Shiekambeeng marahnya kayak naruto. ngelawak. oke sekian dari Shiekmabeeng malekuumm XD

Inget !! Video'a cuma upload-an


Haloo .. Shiekambeeng hanya upload-upload videoo .. tapi ngga parah ko =_______=
shiekambeeng kan orang bae :p

Si Misterius

Saya tidak misterius tapi saya tidak diketahui oleh orang. Dalam blog ini anda tidak mengetahui saya siapa. disini saya adalah orang asing bagi anda yang tidak diketahui  ..

Jangan tanya nama saya. apakah foto saya sungguhan ataupun boneka =D saya disini belum bisa membantu anda untuk mencari apa yang anda cari speerti artikel bisnis dan lain-lain. Jadi semua ini hanya iseng (?)

gaje ah =_______= 

My journey to get there-Living in the city

My journey to get there-Living in the city

 

Aku akan menceritakan bagaimana kisahku dengan kakakku Sterk. Mulai sekarang kami harus tetap hidup walaupun tak bersama keluarga utuh kami. Entah bagaimana nasib kedua orang tuaku yang waktu itu kecelakaan begitu juga kami (dalam cerita sebelumnya)

 

Dari saat kami selamat ; kami dapatselamat karena Sterk menyalakan api yang amat besar waktu itu. Dan kemudian orang-orang datang menolong kami. Selanjutnya, aku dan Sterk dimasukkan ke Panti Asuhan. Namun aku kabur, begitu juga Sterk.

 

Setelah 4 tahun berlalu dari saat kecelakaan itu terjadi, sekarang aku berumur 12 tahun, sedangkan kakakku 16 tahun kini. Kami hidup sendiri, memiliki toko sendiri. Rumah ini awalnya adalah sumbangan untuk kami korban bencana. Dan akhirnya kami pakai untuk membangun rumah karena uangnya cukup besar.

 

Rumah kami akhirnya kami jadikan toko buku dan toko kue. Kami bekerja hanya berdua saja. Aku tidak bersekolah, begitu juga kakakku. Kami hanya belajar dari buku pelajaran yang bisa kami dapatkan. Atau kini banyak sekali buku-buku pelajaran yang dapat kami baca di toko buku kami sendiri. Walaupun aku dan kakakku tidak melanjutkan sekolah, tetapi kami masih amat senang dapat bekerja dan hidup. Toh, kami mandiri dan kami juga bisa belajar sendiri. Tidak perlu membuang uang untukk sekolah, atau nantinya kami malah tak dapatkan makanan untuk makan.

 

Sekarang andai kata orangtuaku masih hidup, mungkin kami tak akan bertemu dengan mereka. Kakak juga sepertinya tak begitu memikirkan masalah itu. Dari kecelakaan tersebut kami sudah tidak pernah mendengar lagi orangtua kami mencari anaknya. Atau berita orang hidup dari kecelakaan itu. Orang-orang dari panti asuhan juga tidak mencari kami lagi. Yah untuk apa juga, kami lari dan kabur juga kemauan kami.

 

“Alleen! Toko buku kosong sekarang?” Panggil kakakku dari seberang. Rumah kami cukup luas, dalam bagian depan rumah kami bagi dua. Sebelah kanan toko kue dan sebelah kirinya toko buku. Tadinya toko buku hanya untuk peminjaman buku, .. namun akhirnya aku punya ide untuk memisahkan tempat. Yang satu tempat peminjaman dan yang satunya toko buku sungguhan =_____= toh nanti kami juga dapatkan lagi.

“Nggak penuh. Tapi ada. Kenapa??” Aku mengintip ke toko kue dari pintu yang terbuka.

Kakkku masuk tiba-tiba.

“Sebelah udah sepi. Tadi ramenya…”

“Ou..” Aku mengambil buku dan membaca. “Gimana? Ideku bagus nggak? Jual makanan kecil buat anak-anak lain di tokomu?” Sebentar-sebentar aku menoleh padanya.

“Ya. Thanks yak. Laku banyak, sekarangpun telah habis. Nggak taunya rakus juga yak” Kakakku nyengir.

Aku memandang kakakku dan tertawa. “Hah, bagus ya niru gaya adeknyaa.!” Aku nyengir. Kemudian tertawa. Ya, yang namanya suka ‘nyengir’ itu gayaku. Ah tapi kan konyol kalau kakakku yang melakukan hal seperti itu. Jelek ah jeleekk. Hahahaa////

“Boleh dong, kakak niru gaya adeknya. Haha”

“Seeplhaa” Aku melanjutkan membaca. Aku suka komik, namun juga suka pelajaran. Aku suka membaca tapi ingatlah aku bukan kutu buku.

Kakku kembali ke toko sebelah karena ada pelanggan. Sterk pintar membuat roti, begitu juga memasak. Kalau dibandingkan aku dia jauh lebih dapat diandalkan. Tapi aku tak akan iri. Karena sekarang tak ada orangtua yang membanding-bandingkan dia dan aku. Dan aku sadar kalau memang aku ini kurang bisa diandalkan kalau dalam hal memasak. Sterk kokinya. Ia dapat membuat roti dan segala makanan yang aku sukai. Entah, tapi kerjaanku hanya membaca, main, menulis, dan tidur. Mungkin yang kkami dapat lakukan bersama adalah kerja banting tulang, fisik. Yang membutuhkan banyak tenaga. Aku suka itu =D

 

Kadang Sterk sering bilang, sikapku seperti anak laki-laki. Yah, mungkin. Tapi aku tak merasa demikian. Omongannya tak kuhiraukan karena mungkin memang benar walaupun aku tak merasa. Pakaianku? Pakaian ‘cewe’ atau ‘cowo’? Dua-duanya. Aku pakai seadanya. Kalau memang saat itu aku dapat pakaian perempuan ya aku pakai.

 

Beginilah hidup kami, kami hidup mandiri dengan kedua toko yang kami punya. Untunglah toko kami dapat laku keras tiap hari kami buka. Apalagi hari Minggu, biasanya anak-anak ataupun orangtua mampir kemari. Untung kami dapat tinggal di kota. Tapi yang sekarang kami tidak miliki adalah kendaraan. Jadi kemanapun kami selalu berjalan kaki.

 

Suatu hari kakakku membaca koran pagi. Tapi ia amat kaget. Ada sesseorang yang ia kenali besertakan nama orang itu. Terpampang jelas di halaman de[an koran. Kasus Narkotika yang kini beredar. Seseorang yang mengedarkan Narkoba ke wilayah-wilayah di negara ini.

 

‘Alleen tak boleh mengetahuinya’ pikir Sterk dan saat ingin menyembunyikan koran itu…

“Loh? Korannya pagi bener >___<” aku langsung merebutnya dari tangan kakakku.

“Alleen nanti dulu!”

“Iya-iya.. kakak lagi baca kan? Biasanya juga aku main ambil” aku mengambil secangkir teh dan meminumnya. “Hmmm…kasus narkoba lagi ya,,” Aku melanjutkan meminum teh. Kakakku geregetan. “BRAH!!!HAH?!! BZZUUURRR!! BEUURRHH!HAH?” Aku melihat foto AYAH !!

 

 

~sorry . . tunggu cerita selajutnya J)

 

My journey to get there - The loss of those we

9 tahun lalu, aku bersama kakakku kehilangan orangtua kami dalam kecelakaan pesaawat. Aku tak mengetahui apakah mereka selamat, yang jelas pada saat itu aku dan kakakku Sterk selamat dengan terdampar di Pulau kecil.

Dulu kala saat kecelaaan pesawat itu terjadi, .. Ceritanya pada saat itu ada bom yang terpasang di bagian belakang pesawat. Dan terjadilah ledakan. Aku dan kakakku terpisah dengan orangtua ku yang entah dimana. Pada saat itu kakakku hampir saja mati tenggelam. Waktu itu aku yang masih menjadi gadis kecil tak mengerti apa-apa. Yang aku lakukan saat itu adalah menolong kakakku dan membawanya ke pulau. Untunglah aku dapat berenang ke seberang. Tapi aku amat takut saat itu karena kondisi kakakku yang tak meyakinkan.

Pada saat itu umur kakakku 12 tahun sedangkan aku masih 8 tahun. Dia punya penyakit jantung yang lemah. Pada saat itu ia tak dapat bergerak berenang di air karena ia tak dapat melakukan apapun. Kemudian setelah kami terpisah jauh dan aku telah membawanya ke pulau kecil itu, kami harus hidup mandiri tanpa orangtua. Begitulah kehidupan kami pada saat itu ...

KAMI hidup di pulau itu selama sembilan hari. dalam sembilan hari itu kami berusaha untuk tetap hidup dan memikirkan bagaimana cara kami kembali. Dalam dua hari pertama, kami menemukan seorang lelaki tua terbaring di pantai pulau itu. Kakinya hanya tinggal daging yang terlihat amat putih. Aku tahu, dia pasti dimakan hewan buas di dalma laut. Dan aku yakin hewan buas itu bukan ada di daratan karena kalaupun ada , pria tua ini pasti sudah dibawa pergi dan disantap di suatu tempat.

Kakakku sepertinya sedikit ngeri dengan pria tua lemah ini. Ia gemetar sedikit begitu aku dan dia menemukannya. Dan aku tahu, aku baca wajahnya, .. Ia takut mati. Lihatlah pria ini, orang yang hampir tewas dimakan hiu atau apapun yang ada disana. Ah tapi sudahlah. semua orang akan mati. DIsini jika aku berpikir demikian seperti kakaakku, aku tetap tidak akan mendapatkan apa-apa. Sekarang aku hanya berpikir bagaimanna cara agar aku selamat jika aku masih ingin tetap hidup.

"All .." kakakku memanggilku. "Diapakan orang ini?"
"BUANG !!" Bentakku pada kakakku.
"Hah? Eh tau diri dikit tolong ya!" Kakakakku menatapku tajam. Aku hanya nyengir. Apa juga yang harus dilakukan pada pria tua ini? Yang sudha tak punya tujjuan hidup. "Dia masih dapat bernafas jika kita tolong !!"
"Whatever. I dont thinking about it"

Aku berlalu meninggalkan kakakku yang masih bingung mau diapakan orang itu. Aku juga kalaupun masih hidup tak akan selamat. Sedangkan jika aku selamat, ujung"nya juga akan mati. Sudahlah apapun yang terjadi aku hanya akan memilih. Hidup itu pilihan. Kupilih saja nanti mau mati atau hidup

========================================================================

"Thanks Thee, my God .. Has given me life until now I can look at the sky" aku berterimakasih pada Tuhan.

"Sedang berdoa ya?" Kakakku datang. "Mengapa memandang langit? LLangit bukan Tuhan mu" kakakku duduk di sampingku.

"Mana ku tahu. Aku tak tau arah kiblat" Aku nyengir

"Kamu ,, suka banget nyengir yak"

"Apalagi yang bisa kulakukan untuk itu" Aku menatap ke atas. Dan menghela napas lega ..
.......

"Jujur, aku kadang lebih rela punya adek perempuan .. tetapi yang cewekan, anak yang tahu tentang segala soal perempuan ataupun yang senang gosip2 .. mengidamkan seorang 'cowok' ataupun yang punya cowok walaupun itu kalau udah gede" dia melihat padaku.

"Oh! Kalo aku, kayaknya lebih mau punya kakak yang nggak CEREWET deh !!" Aku tertawa

"Apapun kata kau lah .."

Hari telah gelap. Aku memanjat pohon dan tidur. Kakakkku berjaga mengawasi apa-apa yang mendekat. Padahal kupikir tidak ada. Tapi biarkanlah dia .. Tak begitu penting. Nanti juga capek sendiri. Dia akan lelah dan kemudian tidur .. malah merepotkan orang karena jadinya aku yang harus berjaga =_______=

"Orang tua ini sudah mati" kata kakku menutup mata orang itu

"Tuh kan," Orang ini pasti cepat mati

Dan begitulah ceritanya.. ada lagi cerita bagaimana kami dapat selamat. Nanti akan kuceritakan selanjutnya



_
____________


Yaaa itulha ceritanya dari _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ceritanya akan ada lagi, tunggu dengan sabar please =D