-Sambungan dari sebelumnya-
Aku masih tak percaya tentang hal apa yang barusan ku dengar.
Aku adalah sosok anak yang kehilangan ibu, benarkah?
Aku menjalani hidup tanpa ibu setelah ini selamanya, sungguhkah?
Demi apa aku tidak main-main dengan ini ...
Seolah kini nyawaku akan melayang menyusul seseorang disana..
Gantungkan diri di tengah ladang yang luas...
Perdebatan anak dengan ibu berakhir, takkan percaya...
Beri aku kehangatanmu untuk terakhir kalinya..aku tak bertemu denganmu sekian lama ,, ketika aku mencarimu kau pergi dariku.. Entah kemana lagi aku harus mencari dan bagaimana caranya.. Peluk aku sekali lagi, nyanyikan lagu untukku ketia malam, rangkul aku dengan tanganmu yang hangat.. Maki aku semaumu jika aku salah , ibu ... Apapun kulakukan asalkan kau kembali... Bertukarlah dunia padaku, mengapa harus kau yang pergi dan bukan aku?
Lihat aku selekat-lekatnya.. lihat anakmu dapat hidup sendiri.. Lihatlah anakmu yang kau sayangi dulu, yang selalu engkau rangkul dan nyanyikan lagu untuk kami.. lihatlah keberhasilan kami terlebih dahulu.. Lihatlah kami kini setelah lama tak berjumpa.. Lihatlah ibu , aku dan kakakku dapat menjalani hidup dengan semestinya manusia. Hal yang selalu engkau impi-impikan untuk kami kini terjadi. Aku dan kakak akur seperti impianmu.. Aku kabulkan keinginanmu dengan doamu berharap aku dan kakak hidup.. Aku dan kakak berusaha kabulkan itu.. kini kabulkanlah permintaan kami, ingin bertemu denganmu.. aku ingin Tuhan kini memperlihatkan ibu pada kami.. Tahukah betapa rindunya kami pada ibu..
"Alleen janganlah menangis, disana ibu melihat kita" Tegur Sterk yang berusaha menahan tangis dan menenangkanku. Namun aku diam tak dapat bergerak.. kuingin berhenti tapi tak berhenti.. kuingin bicara tapi tak bicara.. apapun kata yang kukeluarkan adalah tanpa bunyi.
" My life is over here .. The reason I lived is gone and it means I'm also having no " Dalam kata itu aku mengulangnya.. aku ingin berhenti menangis tetapi air mata masih saja membasahi mataku. Aku ingin berdiri namun tak bisa.. seluruh tubuhku tak dapat aku gerakkan. Rasanya darahu tak mengalir sudah. Tetapi disini aku masih hidup. Seluruh tubuhku gemetar. Tanganku kaku biru dan tak dapat kurasakan lagi. Mati sudah semua rasaku. Semuanya bercampur dengan kesedihan dan itu semua membuatku lebih tak tenang. Hanya menatap kosong Sterk dan tetap menangis disana..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar